Top Ad unit 728 × 90

Sudah Benarkah Cara Kita Ber tobat

Tobat , tata cara tobat , panduan tobat

Salah dan dosa serta lupa dan khilaf sepertinya setiap manusia pernah melakukanya . Salah kepada orang lain, salah kepada Allah dan salah kepada diri sendiri termasuk salah kepada alam yang kita tempati, apapun bentuk kesalahan semua orang sepakat bahwa Tobat dan insyaf adalah solusi terbaik untuk di lakukan guna menunjang masa depan , baik waktu sekarang dan yang akan datang , istilah krenya Baik di dunia atau sampai akherat kelak di mana akheratlah kehidupan abadi selama lamanya .

Tobat saya kira sudah banyak yang tahu tentang maksud dan arti kata ini , bahkan kata tobat bisa kita jumpai hampir setiap hari lewat siaran radio, televisi, buku dan teman ,saudara, sahabat kita sendiri, bahkan dalam kitab suci sendiri sampai memberikan ruang khusus yang membahas tentang tobat, dengan demikian berarti tobat adalah prilaku yang mulia untuk di lakukan bagi siapa saja yang ingin minta pengampunan dari salah dan dosa dan insyaf dari melanggar aturan dan etika yang ada , intinya tobat adalah solusi tepat yang di sediakan oleh Allah untuk hamba hamba yang ingin membenahi diri. Kita bisa temui tentang pengertian tobat , tata cara tobat dan kapan dan di mana kita bertobat , tapi ada beberapa pertanyaan yang mestinya di sampaikan , yaitu :

Sudah benarkah cara kita bertobat ?

Keterimakah tobat yang kita lakukan ?

Bukan bermaksud menghakimi apalagi mengatur ngatur soal apa yang ada di dalam hati , Tapi sejujurnya kalau boleh ngomong, saya akan ngomong begini  " Baik buruk niat itu memang soal hati, tapi indikasinya bisa di lihat dari prilaku / ahklaq ". Walaupun tobat dan insyaf itu masalah hati tapi sebenarnya kwalitas tobat itu bisa di lihat dari prilaku setelah melakukan tobat atau mengaku tobat , sedikit wawasan dari apa yang saya ketahui , tentang beberapa tahapan tahapan tobat yang baik dan tahapan tahapan tobat yang buruk bahkan bisa di bilang tobat yang bisa menambah pelaku dosa tadi terpuruk dalam dosa yang lebih besar dari dosa sebelumnya.

Tentang kelebihan dan keutamaan tobat kita bisa mengambil rujukan dari alquran dan hadist, tidak usah kawatir karena melakukan tobat jelas legal dan di perbolehkan oleh Allah dan rosulnya jadi jangan takut jika melakukan tobat di katakan sesat atau apa, selama cara tobatnya sesuai dengan ajaran ALLAH dan Rosulnya .berikut ada beberapa poin yang harus di perhatikan supaya tobat kita membawa beekah, dan bernilai ibadah selanjutnya mengarahkan kita kepada turunya rahmat dan hidayah.

1. Semaksimal mungkin bertobatlah karena Allah dan bukan lainya, hal ini penting sekali karena ini adalah pondasi awal sebelum di bangun komponen komponen tobat lainya, bertobatlah karena memang kita merasa melakukan dosa, bukan karena jatuh miskin, takut penjara, takut di permalukan atau takut takut selain Allah ,karena jika insyaf dan tobat itu di lakukan dengan niatan selain Allah tentulah ini bukan tobat karena Allah tapi Tobat karena selain Allah , maka secara otomatis tobat kita tidak akan di terima , sederhanaya Karena yang memiliki hak memaafkan dan tidak memaafkan atas dosa seorang hamba kan Allah, lah kalau tobatnya tidak karena Allah nantinya yang menentukan di terima atau ketolaknya tobat siapa ?

2. Ikuti tata cara tobatnya , seperti kita melakukan ketaatan misalnya sholat di mana di dalam sholat kita terikat peraturan bagaimana sholat yang sesuai aturan dan ajaran, sholat yang di recomendasikan Allah dan rosul tentunya. Karena dalam melakukan taat saja ada aturanya maka tidak menutup kemungkina jika dalam bertobat juga ada syarat rukunya , saya kurang ahli dalam hal ini tapi saya pernah membaca kitab karangan imam gozaly yang bernama minhajul abidin , nah jika kita berminat mempelajari tidak salah jika kita baca kitab minhajul abidin sebagai refrensi jika masih bingung saya sarankan untuk konsultasi kepada orang yang lebih ahli. semua ini kita lakukan demi untuk melakukan satu hal dan memaksimalkan kesempatan supaya tidak terbuang sia sia, mengingat sehebat dan sekuat serta sebanyak apapun kesempatan pada akhirnya akan hilang juga , sederhana "Kematian adalah jawaban"

3. Lakukan dan penuhi apa yang jadi persyaratan tobat supaya di terima, jangan sampai susah payah menguatkan niat dan mencari informasi tentang tobat tapi akhirnya hanya berakhir di angan angan saja tanpa tindakan nyata , ibarat kita orang sakit mencari resep obat, kalau sekedar baca dan hafal resep tentu sakit kita tidak akan sembuh, karena resep itu bukan obat, begitu pula dengan tobat , kita tidak akan bisa tobat dan benar benar insyaf jika hanya menghafal ayat ayat tobat , hadist hadist tobat, bahkan falsafah dan hakekat tobat , karena ayat ,dan ajaran tobat bukanlah tobat itu sendiri jika apa yang tertera dalam ayat dan nasehat tadi tidak kita lakukan.

4. Jangan merasa aman dan nyaman karena sudah minta maaf atau ampunan, pengakuan dan perubahan prilaku bukan akhir perjalanan dalam mencari ampunan. Jujur saya sering melihat orang yang dengan bangga bahkan tidak terbesit sedikitpun rasa kawatir bagaimana jika permintaan maaf dan ampunanya tidak di terima, bahkan tidak sedikit yang merasa cukup dengan minta mohon maaf saja , di anggap permasalahn selesai . Seperti yang kita ketahui jika di gambarkan secara sederhana, mislanya ada orang bersalah kepada kita dan orang tadi minta maaf,kemudian kita tidak memaafkan karena kesalahan orang tadi terlalu fatal, apakah menurut kita masalah orang tadi selesai, tentu tidak bukan ? untuk itulah jangan mudah ngerasa dapat ampunan.

5. Alibi yang harus di hindari , saya juga pernah mendengar ada orang salah meminta maaf , tapi tidak di maafkan . Kemudian yang salah tadi memaksa dengan cara memberi nasehat dengan kata kata " Allah saja maha pemaaf masak kamu tidak bisa memaafkan kesalahan saya " , anehnya spontan orang tadi menjwaba Allah memang maha pemaaf tapi perlu di ingat sebesar apapu kemaafan Allah tapi ada batasanya , yaitu Allah tidak memaafkan dosa orang myusrik, bukan untuk menyamakan diri dengan Allah . Hal ini adalah pelajaran bagi kita bahwa di dalam diri manusia baik di sadari atau tidak , bahwa setiap manusia memiliki standar berbeda untuk menentukan kesalahan yang bagaimana yang harus di maafkan dan kesalahan yang bagaimana yang tidak akan pernah termaafkan.

Itulah beberapa poin sebagai dasar mengapa kita harus bertanya Sudah di terimakah tobat kita ?. jangan jadikan catatan ini sabagai satu satunya dasar untuk mengamalkan, saya sarankan jika ingin bertobat maka konsultasilah kepada yang ahlinya . anggap saja catatan ini sebagai wawasan jika suatu saat anda ingin bertobat toh sudah ada sedikit pengetahuan buat perbandingan , dan akhirnya kembali lagi pada pertenyaan , sudah di terimakah tobat kita ?
Sudah Benarkah Cara Kita Ber tobat Reviewed by Majalah Bisnis on 13.31 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.