Top Ad unit 728 × 90

Hilangnya sosial merubah kemiskinan



Hilangnya sosial merubah kemiskinan

Zaman tetaplah zaman.
Manusia tetaplah manusia.
Atom tetaplah atom.
Partikel teteplah partikel.
Sampai kiamatpun tIdak akan pernah berubah.
Jika satu sama lain tidak menduduki pada tempatnya, maka meledaklah
dunia ini, hancur berkeping keping.
Dulu waktu kami masih muda terasa hangat perkampunganku. Walaupun di
antara satu sama lain sangatlah tampak perbedaan antara
mana si miskin, mana si kaya,
mana yang berilmu,mana yang umi.
mana yang alim, mana yang awam. mana yang biyasa, mana yang luar biyasa.
Mana yang anak-anak, mana yang remaja,
mana yang tua, mana yang manula.
semua selalu berjalan se iring meuju panca sila. Ya itu ke adilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Jikalau waktu kami bermain, kami semua tiyada pernah memandang
setatus siapa aku siapa anda. yang ada siapa yang licik, siapa yang
seportif.
Siapa yang asik, siapa yang menyebalkan.
Semua tetap saling asik dalam canda ria.
Sungguh aku merindukan masa lalu.
Di waktu remaja, kami mempunyai toleransi yang tinggi. Semua berbaur
untuk saling mengarahkan. Jika kami dalam kerepotan semisal hajatan,
kami akan slalu menurut apa yang di arahkan yang lebih tua. Bagaimana
cara kita menghormati yang tua,
bagaimana cara menyajikan sesuatu yang sekira semua itu kelihatan
hormatnya kita pada yang tua.
untuk menyajikan menu hidangan, kami harus bisa mmengambil hati para
tamu undangan supaya semua tamu merasa nyaman dalam pelayananya.

Hilangnya sifat sosial perkamungan
jika dulu ada salah satu tetangga yang sekira sehari saja tidak
tampak, pasti semua menanyakanya., ada apa?
Jika baru datang dari bepergian jauh, semua tanya bagaimana kabarnya..?
jika ada tetangga lagi menderita sakit, semua berduyun duyun untuk
menengoknya, walaupun dia cuman membawa roti ala kadarnya.
Apa lagi ada tetangga yang di bawa ke rumah sakit, semua orang kampung
pasti berusaha untuk menegoknya. Sekarang entah kenapa,,,sifat sosial
hilang dari kampungku.... Semua pudar, semua musnah,sekarang yang
tampak di mataku, hanya kemiskinan yang berkepanjangan.
Hilangnya sifat sosial di kampungku, merubah pandangan di mataku. Yang
dulu sejuk di mataku, berubah betapa miskinya di kampungku, walaupun
berumah gedong mencakar langit biru.
Sunggug miskinya kampungku. Sungguh aku merindukan masa lalu
Hilangnya sosial merubah kemiskinan Reviewed by Majalah Bisnis on 19.42 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.