Top Ad unit 728 × 90

NASIB NGONTRAK

Di sudut jalanan kota paron,aku berusaha mengais rizqi,dengan menyewa

rumah tipe S-6 (sangat-sederhana-soyo-suwe-semakin-sumpek).Di tempat

itulah aku mendirikan warung ,sebagai sawah-ladangku.Sekaligus juga

tempat tinggalku beserta istri dan kedua anakku.Bukan aku tak mau

hidup bersama orang tua,aku ingin hidup mandiri dan punya rumah

sendiri,tapi apalah daya,kuasa hanyalah ngontrak. Seperti biasa aku

buka warungku dengan harapan banyak pembeli,tapi kian hari sepi selalu

menemani. Parahnya lagi tetanggaku,kebetulan dia punya usaha yang

hampir sama denganku,yaitu ( RUMAH MAKAN SEDERHANA ) Mula-mula

keluarga mereka biasa-biasa aja.tapi tak berapa lama masalah mulai

bermunculan.hanya masalah sepele yang dibesar-besarkan,karena cemburu

sosial,dikira aku merupakan saingan yang harus disingkirkan.dan

suasana kian tidak mengenakan.

Bahkan saudara dan teman-temanku pun di ikut-ikutkan.Terkadang aku

ingin berontak,tapi gimana lagi,ibarat nunut urip ,mungkin harus tetap

menjaga kesopanan,menjaga unggah-ungguh,menghargai orang lain,intinya

harus tetap slalu ngalah-dan ngalah.Ya mungkin inilah nasib yang harus

di pikul oleh orang yang ngontrak,walaupun semua orang ngontrak tidak

seperti itu.
NASIB NGONTRAK Reviewed by Majalah Bisnis on 06.05 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.