Top Ad unit 728 × 90

ORANG PERANTAUAN VS WISATAWAN

ORANG PERANTAUAN VS WISATAWAN - sudah lama saya ingin menulis hal ini
, sebenarnya tidak ada isi yang istimewa dari yang saya rangkai ,
kecuali sekedar uneg uneg saja di mana saya ngerasa aneh saja melihat
orang merantau di kota lalu lupa adat desa parahnya lagi seakan akan
tidak ada orang yang sukses sekampung selain dia dan tak ada yang gaul
selain dia dan tak ada yang punya pengalaman selain dia.

Logat bahasa menjadi target pertama yang di mainkan untuk mencari
perhatian , mulai dari gaya bahasa, gaya bicara bahkan perbendaharaan
katanya, hiks ada juga yang supaya terkesan luwes suaranya di bikin
aga bindeng getu Hmmmm .

Setelah logat bahasa selanjutnya solah tingkah atau gerak geriknya,
mulai cara berpakaian, cara berjalan sampai cara melambaikan tangan
dan lain sebagainya, biasanya gerakan tangan di buat seakan akan
tangan tadi lentur selentur bos merintah anak buah, suara di buat
lantang dikit biar terkesan tidak ada yang berani dengan dia. Bibir di
pletat pletot biar di sangka cerdas, terus bahasa di buat agak putus
putus biar terkesan cerda, pokok bos banget dech, padahal yang di ajak
bicara juga sudah tahu toh kamu di kota tidak lebih dan tidak bukan
juga sebagai pekerja , cari uang cari makan tinggal di kontrakan dan
kalau lebaran mudik kepanasn di jalan. Hmmm terus gagahnya di mana ya
? kok jadi aneh gini ya hahahahahah.

Di atas adalah rentetan fakta yang saya alami sendiri dan terjadi di
sekitar saya, entah gimana di sekitar pembaca abajadun , kira kira
sama atau tidak.

Tidak semua perantauan seperti yang saya ceritakan di atas, saya juga
punya teman seorang yang merantau di kota, malah bisa di bilang cukup
sukses , sudah punya perusahaan sendiri dan bukan lagi sebagai
karywan, anehnya orang ini kalau pulang kampung hampir bisa di
pastikan , langsung datang dan ngajak jalan jalan serta bernostalgia,
mulai dari mancing, bakar jagung bahkan masak nasi goreng bersama
,sambil ngakak ngakak.

Pernah saya di tanya sama orang ? Kamu ga ikut kerja di kota sana dan
sana , pabrik sana, instansi sana dan lain sabagainya, aku jawab saja
aku ga pingin kerja di kota . Terus di bertanya lagi sambile
memberikan argumentasi begini, di kota itu bayaranya lumayan, banyak
hiburan dan lain sebagainya apa kamu ga pingin ? Ya pingin sih , tapi
bagiku kalau ke kota hanya untuk mencari nafkah kok rasanya hina
banget ketahuan kalau di kampung dia itu miskin sampai mau cari makan
saja harus merantau , secara pribadi sih kalau aku ingin ke kota tidak
lain dan tidak bukan sekedar ingin berwisata dan bukan bekerja. nah
getu kan agak gaul getu men... . Hahahahah

Maaf tulisan ini bukan untuk menjatuhkan para perantauan atau
menjustifikasi bahwa merantau itu simbul kemiskinan, tulisan ini
sekedar memberi pesan moral bahwa jangan keran merantau lantas sok
sokan getu , bahkan sampai lupa adat dan budaya parah lagi bisa lupa
diri. Getu.... Pahamkan maksudku.
ORANG PERANTAUAN VS WISATAWAN Reviewed by Majalah Bisnis on 15.08 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.