Top Ad unit 728 × 90

Puisi Bocah Kayangan Blayang

Puisi Bocah Kayangan Blayang - lama saya tidak pernah membuat puisi ,

karena otaku mati ide ide terasa basi, tertindas oleh situasi dan

kondisi.



Ternyata selama ini aku salah mengerti dan memahami , apa yang di

katakan bahwa manusia itu punya hati nurani ternyata hanya sebuah

ilusi dan angan angan kosong .



Kata orang itu harus tolong menolong faktanya cari listrik saja

susahnya setengah mati, kata orang kita harus kerja sama nyatanya

kemiskinan masih merajalela. Bukankah itu bukti kebohongan kebohonhan

manusia.



Merela bilang hidup harus kreatif nyatanya ketika kita kreatif bukan

mendapat dukungan malah di sambut dengan dengan tekanan.



Puisi Bocah kayangan .



Terlahir miskin di tengah tekanan.

Sebatang kara tanpa pendidikan dan warisan.

Hidup melayang tanpa ilmu dan wawasan.

Ide dan pemikiran hanya tinggal angan angan cuma karena tidak punya uang.



Anak kayangan mirip debu jalanan.

Yang berhaburan ketika kendaraan melintasi jalan.

Terbang melayang tunu lagi mencari pijakan.

Anak kayangan terbang lagi ketika oranga kaya datang bawa sedan.



Tak jauh nasibmu dengan debu jalanan.

Terbang dan terjatuh hanya cuma efek jalanan.

Anak kayangan menggantungkan harapan.

Sampai nanti ketikan orang sadar bahwa debu jalan bisa jadi sumber pengobatan.
Puisi Bocah Kayangan Blayang Reviewed by Majalah Bisnis on 21.29 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.