Top Ad unit 728 × 90

Renungan penjual warung menanti pembeli

Hidup ini perjuangan katanya,semua butuh usaha,semua butuh nyali dan
semua itu butuh modal.
Aku penjual warung pinggir jalan trotoar,hanya berbekal nekat dan
sedikit modal , itupun dari hutangan mingguan . itu yang bisa
kulakukan sebagai wujud usahaku dalam mencari rizqi,supaya bisa
menafkahi anak istri.

Hari demi hari kujalani proffsiku dengan senang hati,dan modal
tlaten "pesan dari bah jumari."
Tapi ,warung tetap warung bukan ,rumah makan ataupun lestorant.
Kadang ramai ,namun ya tak jarang sepi.
Ketika sepi hati ini mulai berbisik ,apaya yang kurang. . ? Mungkinkah
cara pelayananku.. . ? Ataukah jajananku yang kurang bermutu. . . ?
Atau tempat bisnis yang kurang strategis . . . ? Dan masih banyak
renungan bisikan hati.

Seketika lamunan sirna,dikala hati teringat akan kemurahan yang MAHA
KUASA, "YA ALLOH LIMPAHKANLAH RIZQI PADA KAMI,UNTUK MEMENUHI NAFKAH
BUAT ANAK ISTRI ,AMIIN. !

Aku bersukur,walaupun sekedar penjual warung pinggir trotoar,toh
setiap hari bisa bekerja. Dan buat para pembaca,dan saudara-saudaraku
.teruslah berkarya ,jangan mudah menyerah,kelak pasti kan menuaai
buahnya. AMIIN. . . . !
Renungan penjual warung menanti pembeli Reviewed by Majalah Bisnis on 09.52 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.