Top Ad unit 728 × 90

Surga di telapak kaki siapa



surga di telapak kaki siapa

Kata kata ini bukan untuk menandingi hadis nabi.
Tapi ini suatu fakta di era moderen. Di mana banyak anak terlunta
lunta menangisi kepergian sang ibu. Walaupun ibu belum pergi ke alam
baka. Sungguh suatu pemandangan yang memilukan. Pemandangan ini bukan
cuman ada di daerah perkotaan. Bahkan pemandangan itu sudah merambah
pedesaan. Entah itu gara gara faktor ekonomi atau memang naluri ibu
yang telah mati.
Entah itu gara gara kekejaman orang tua atau krisisnya moral. Entah
itu gara gara pertikaian orang tua atau tuntutan mertua. Semua itu
kembali pada pelakunya.

Stop.surga di telapak kaki siapa
Kalau kita melihat daerah perkotaan di situ kita akan melihat
setasiun, terminal dan jalan raya, atu di tenda tenda.
semua sama parahnya. anak kecil menggendong anak kecil, dengan pakean kusut.
Badanya kurus, Perutnya buncit rambutnya pirang walau tanpa semiran.
Rambutnya njeprak walau tanpa rebondingan.
Badanya penuh gambar walau tanpa tatoan.
Wealah mas mas...! Yang namanya gepeng... Za musti kusuttt kalau gak
kusut gada yang kasihan.

Emang gapeng itu punya gaya berbeda beda. Pokonya bagaimana orang
yang mlihatnya supaya simpatik untuk memberinya.
Kebanyakan gepeng melibatkan anak anak yang masih waktunya
bersekolah.waktunya berekpresi. Waktunya bermain. Waktunya bersuka
ria.. Kalau sudah begini ... Surga di telapak kaki siapa....?

Kalau kita melihat di perkampungan kita akan bingung menyikapinya....
Harus kasihankah aku...?
Atau ibakah aku....?
atau gembira....?
Kalau melihat sang anak yang bertempat tinggal di rumah yang mewah,
makanaya empat sehat lima sempurna. Tapi bapak ibunya ada di negri
jiran...!
Kalau dalam usia anak yang masih membutuhkan dekapan kasih sayang.
Sang anak masih membutuhkan perhatiyan... Lalu surga di telapak kaki siapa....?
Surga di telapak kaki siapa Reviewed by Majalah Bisnis on 04.35 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.