Top Ad unit 728 × 90

ANAK KECIL JUGA BISA KECEWA

Anak adalah anugerah Tuhan paling indah di muka bumi setelah Ilmu

pengetahuan. Orang bisa dianggap bodoh karena tak punya ilmu, juga

bisa dianggap istimewa karena ilmunya. Begitu juga dengan anak. Rumah

tangga tanpa hadirnya anak tak-kan sempurna. Gelak tawa, ocehan bahkan

tangisan anak menjadikan hidup sebuah hunian rumah tangga.



Jangan pernah meremehkan anak. Meski kecil dia juga punya hati,

nurani, perasaan, sakit hati bahkan kecewa layaknya orang dewasa.

Hanya saja kadarnya tentu berbeda dengan yang sudah bukan anak lagi,

termasuk cara penyaluran dari luapan perasaannya atau biasa disebut

dengan Tantrum.



Tantrum adalah bentuk luapan perasaan anak. Ada yang dengan menagis,

bergulung ditanah, memukul-mukul suatu objek tanpa bersuara, membating

atau melempar suatu objek, bahkan ada juga yang marah pada siapapun

yang ia lihat dengan menangis sejadi-jadinya. Bermacam-macam memang,

tapi ada satu tantrum yang unik, jarang ditemui pada anak, terlebih

yang masih 3 th kebawah. Yaitu diam didepan orang dewasa atau orang

tuanya seakan tak ada masalah, dan baru meluap saat mereka (ortu) tak

nampak, dengan tangisan pilu bersuara datar. Sekilas mirip bentuk

kesedihan yang sering dilakukan orang dewasa. Ini benar adanya, seakan

ia tak ingin orang lain bersedih dengan kesedihannya. Tak ingin orang

lain tahu kepiluannya atau bahkan kekecewaannya terhadap suatu hal

yang dilakukan orang dewasa atau orang tuanya diluar kesadaran orang

itu sendiri.



Satu contoh, orang tua terlalu banyak mengumbar janji semu alias janji

yang tak kunjung dipenuhi karena berbagai alasan. Pada umunya anak

akan menangis nyata dimuka orang tuanya seraya menagih janji. Namun

jika anak lebih memilih tantrum yang satu ini?! Tentu sangat Tragis

bukan!. Tersenyum bahagia, faham dengan alasan orang tuanya yang terus

menunda janji, bahkan tertawa bahagia layaknya anak kecil pada

umumnya. Setelah itu, kekecewaannya atas janji yang tertunda segera

meledak saat tiada yang tahu. Ini sikap yang sangat dewasa untuk anak

usia 3 tahun kebawah, apalagi 2 tahun. Dan hebatnya lagi, saat ditanya

perihal tangisannya, ia menjawab "takkan menagih janji" tentu dengan

bahasanya sendiri (bahasa usia 2 th) kemudian segera tersenyum,

megalihkan pembicaraan dengan menunjuk mainan kesayangannya, seakan

tak ingin si penannya turut bersedih. Dari jawaban itu jelas

menunjukkan bahwa ia tak ingin mengecewakan orang tuanya, walau dia

sendiri tak dapat sembunyikan tangisnya. Jika hal ini terjadi pada

buah hati anda, apa yang akan anda lakukan?!, menangis dan membaur

dengan tangis dewasa anak anda, marah, segera penuhi janji saat itu

juga atau bahkan tetap menagguhkan janji?!.



Jadilah yang terbijak didepan sikap bijak anak anda. Jangan kecewakan

dia. Sikap dewasanya menyembunyikan kesedihan di depan anda sudah

merupakan hal yang luar biasa, jarang dilakukan anak seusianya.

Bahagiakan anak anda, karena masa kecilnya takkan terulang lagi. Ia

akan terus tumbuh besar, remaja dan dewasa. Pada saat itulah anda akan

rindu dengan sikap lucunya saat usia 2 th, 3 th, 4 th dan tahun-tahun

sebelum dia nampak besar di mata anda.



Maka, mulai sekarang, saat ini juga, bahagiakan dia, legakan hatinya,

perlakukan dia dengan kebahagiaan yang mendidik. Karena apapun yang

anda lakukan padanya, akan membekas dibenakknya tanpa terucap.

Tanamkan keceriaan, kebahagiaan dan kasih sayang di hatinya, agar

ia-pun menceriakan, membahagiakan dan kasih sayang terhadap anda di

hari tua kelak.
ANAK KECIL JUGA BISA KECEWA Reviewed by Majalah Bisnis on 06.02 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.