Top Ad unit 728 × 90

TELEVISI MASAKINI vs LAPTOP TOSHIBA



Televisi adalah media intertainmen elektronik yang mutlak ada di
setiap rumah. Tak afdhal rasanya jika tidak punya televisi. Begitu
kata kebanyakan orang yang fanatik TV. Namun tidak bagi Zaza (25 th).
TV justru menjadi momok tersendiri baginya sejak usia 19 th.

Berawal dari kebiasaan Zaza yang suka menghafal sejak kelas 2 smp.
Apapun ia hafalkan, terutama pelajaran sekolah. Setiap buku panduan
yang ada hampir semuanya ia hafal isi dan maksudnya. Tak heran jika
Zaza selalu juara saat itu. Orang tua galak dan disiplin memang perlu.
Hampir tak ada waktu dan celah bagi Zaza untuk ngintip acara TV
kecuali malam minggu. Itu saja. Jika ingin tahu perkembangan dunia
orang tuanya telah sediakan news paper dengan berlangganan Jawa Pos.
Tak ada TV difikirannya, itulah Zaza. Tak ada narsis, galau, ataupun
gaya yang terlintas dibenaknya sebab kontaminasi TV.

Berlanjut hingga Zaza lulus sekolah menegah atas. Sukses dengan nilai
sangat memuaskan. Saat itu ia sudah hafal Al-Quran 6 jus diluar
kepala. Sambil menikmati masa liburan menjelang masuk Universitas, ia
sering duduk di depan TV sekedar cari hiburan. Sebulan berlalu, Zaza
ketagihan intertainment TV. Waktu belajar hampir tak ada, daya tangkap
hafalannya-pun berkurang. Hanya satu bulan, Zaza berubah. Yang ia
hafal kini adalah agenda acara TV dari hari sampai jam tayangnya.
Otaknya jadi lemod bahkan pentium satu saat mencoba review pelajaran.
Sampai akhirnya ia menabung, bermaksud membeli sebuah laptop untuk
mengalihkan ketercanduannya dengan TV.

Laptop bukanlah barang baru dizaman ini. Hampir setiap pelajar
memilikinya, dari yang merek paling galau sampai yang paling ajib.
Dari yang second sampai yang mengkilap berplanstik dari pabrik. Dari
yang ukuran maksimalis sampai yang minimalis bahkan sangat tipis.
Sampai-sampai gak gaya kalau sekolah tak punya laptop, yah paling
tidak komputer-lah untuk bikin tugas di rumah.

Tiga bulan Zaza menabung, dirasa sudah cukup untuk membeli sebuah
laptop TOSHIBA impiannya, keluaran pabrik, alias bukan second. Laptop
itu ia gunakan mencatat kembali semua ingatannya yang mulai rapuh
sebab perkenalannya dengan TV. Keterangan-keterangan yang diperoleh di
bangku kuliah ia catat semua dengan rapi. Sampai terkumpul banyak
bagai ratusan artikel tanpa reverensi. Terfikir olehnya untuk mencetak
rangkumannya itu dalam bentuk buku bertuliskan "Menulis Membaca
Menghafal dan Aplikasi adalah Kunci Suksesku (Zaza's Create)". Alhasil
hampir seluruh teman seangkatannya meminjam buku itu untuk fotokopi.
Tak disangka tak diduga ada seorang teman yang melayangkan buku itu
kepercetakan. Singkat cerita buku Zaza-pun terbit sebagai buku panduan
belajar ujian semester yang menghasilkan laba lebih dari 5 juta rupiah
saat itu.

Tidak hanya itu, dengan berbekal laptop Toshiba-nya dan sebuah modem,
Zaza ber-eksperimen sambil memutar MP3 murattal 30 juz. Zaza jadi
semakin oke dibidangnya, Hukum Perdata Islam dan lulus dengan gelar
S.Hi., cumlaude. Hingga saat ini Zaza berprofesi sebagai konsultan
kelurga sakinah sakaligus Hafidzoh (hafal 30 juz al-Quran) bersama
Laptop Toshibanya. Laptop banyak membantu aktifitasnya dan benar-benar
memalingkannya dari TV. Hidupnya menjadi akademisi berkualitas bebas
kontaminasi TV hiburan sepintas yang membuat otak dan hati kecanduan
gak jelas.

Kebiasaannya itu ia tularkan pada putri pertamanya Zahra. Sejak usia
Zahra 3 bulan, ia sudah dikenalkan dengan Laptop Toshiba kesayangan
bundanya. Belajar dan beraktifitas dengan Toshiba. Berharap Zahra-pun
bisa sukses seperti bundanya bahkan lebih. Selamat berjuang Zahra.
TELEVISI MASAKINI vs LAPTOP TOSHIBA Reviewed by Majalah Bisnis on 07.06 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.