Top Ad unit 728 × 90

Artikel Tentang ilmu nahwu tentang empat iqrob menurut ngajine santri

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan

beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai

selesai ya ?



Pendahuluan :

BISMILAHIRROHMANIRHIM, dengan tulisan artikel ini semata-mata hanya

sebagai media belajar bersama dalam mempelajari ilmu nahwu,dan kami

ambil dari kitab jurumiyah,sebagai sumber dalam tulisan artikel kami.

Apabila dalam tulisan ini nanti, terdapat banyak kesalahan,itu semua

karena masih sangat kurangnya pendidikan dan pengetahuan kami,untuk

itu bagi para pembaca ataupun para sami'in kami mohon sekiranya sudi

meluruskan .lewat kotak komentar ataupun lewat email penulis. Untuk

para pemerhati kami ucapkan banyak-banyak terimakasih. . . !



Latar Belakang :

Mengingat internetan kini sudah memasyarakat baik pelajar,santri dan

bahkan masyarakat awampun sudah menggunakan internet.untuk itu kami

mencoba menulis dalam rangka belajar ilmu nahwu,agar lebih mudah dalam

mempelajari pengetahuan ilmu nahwu.



Arah Dan Tujuan :

Dengan tulisan artikel ini, semoga dapat memudahkan bagi para

pelajar,santri dan semua yang menginginkan belajar ilmu nahwu,semoga

bisa menambah ilmu dan wawasan tanpa harus bersusah-susah membuang

waktu ketempat pengajian karena keterbatasan waktu. Namun kami juga

menyarankan agar tetap berkonsultasi dengan para ahli dibidang ilmu

nahwu tersedia di tempat terdekat anda,agar nantinya tetap ada sanat

ilmu yang jelas serta bertanggung jawab.



Foto Terkait Artikel :

* File is attached: Bikin-situs-balita.jpg



Message:

empat iqrob menurut ngajine santri-empat macam iqrob menurut cara

ngajine poro santri ala tradisional



empat macam dari pembagian iqrob,yang akan kita bahas kali ini.

Diantaranya :

-iqrof rofak

-iqrof nasob

-iqrof jer dan

-iqrof jazem

dan semuanya mempunyai tanda sendiri-sendiri,yang membedakan antara

satu dengan satunya.

Dan akan kita bahas lain waktu dan kesempatan.



dari ke empat Iqrob itu bisa menempati

pada kalimah isim serta menempati pada kalimah pingil,sesuai dengan

posisi masing-masing,sehingga ketika kita membaca tulisan bisa

membedakan antara iqrob yang berasal dari kalimah isim serta kalimah

pingil,tanpa harus ada keraguan.



menurut para ahli nahwu,

iqrob yang bisa menempati pada kalimah isim yaitu:

iqrof rofak seperti contoh: ja a zaedun

iqrof nasob seperti contoh:roaetu zaedan

serta iqrob jer seperti contoh marortu bizaedin.

Sedangkan iqrob jazem tidak bisa menempati pada kalimah isim.

Jika ada kalimah isim ,yang huruf akirnya dibaca sukun /mati,itu bukan

berarti jazem,melainkan mati karena waqof.



ngajine poro santri ala tradisional ,iqrob yang menempati kalimah

pingil diantaranya: iqrob rofak,iqrof nasof,serta iqrof

jazem,sedangkan iqrof jer,tidak bisa menempati kalimah pingil.seperti

contoh:

zaedun yakrou,zaedun lay yakrou ,zaedun lam yahdhof.



dan ketika santri membaca kalimah isim yang huruf akirnya dibaca mati

itu bukan berarti jazem melainkan mati karena waqof,begitu juga ketika

kalimah pingil yang huruf akirnya dibaca kasroh bukan berarti iqrof

jer melainkan kasroh (lidafngiltiko issakinain) seperti contoh:lam

yakunilladhina.

Demikian penjelasan ini semoga ada manfaatnya.AMIIN. . !
Artikel Tentang ilmu nahwu tentang empat iqrob menurut ngajine santri Reviewed by Majalah Bisnis on 08.10 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.