Top Ad unit 728 × 90

Artikel Tentang Masa Harus Bilang IRI Getu

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan

beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai

selesai ya ?



Pendahuluan :

Dalam hidup tak lepas dari sebuah hubungan sosial baik teman keluarga

saudara dan sahabat , sudah benarkah cara kita menjaga hubungan itu



Latar Belakang :

Dari perang batin antar teman yang di picu oleh kesalah pahaman dalam

menata dan meniti hubungan persahabatan pasca pernikahan



Arah Dan Tujuan :

Supaya memberi kesadaran bagi pembaca untuk mengerti dan memahami

bahwa sebenarnya hubungan teman sahabat dan saudara itu tidak bisa

putus cuma karena sudah menikah



Message:

Terus Bilang Iri Getu... - egois atau apa istilah ketika melihat

seseorang yang susah bersosial cuma karena alasan yang nyata nyata di

alami juga oleh orang lain , parah lagi jika orang tadi sok paling

susah sedunia, sok paling sukses di antara sesama di tambah lagi kalu

sudah terkean watak sok sibuk sok penting dan sok sok lainya di mana

intinya serba berlebihan alias lebay kata anak sekarang.



Terus apakah hal itu jadi masalah getu...!? Oh sudah pasti hal di

atas menjadi momok masalah sejak jaman kobil dan habil merebutkan

iklima, di mana intinya yaitu penyakit iri , terlepas secara pribadi

manusia itu memiliki hak masing masing tapi ingat satu hal apakah

kebijakan itu bisa di pertanggung jawabkan secara moral sosial bahkan

spiritual , walah kok serba Al al... Hahaha Aley kali ya.



Kembali ke Hp jangan ke laptop , karena ngetiknya ini pake laptop

sambil duduk merokok plus ngopi , bayangkan sendiri saja . Lanjut...

Cerita ada seorang yang dalam hidupnya selalu teraniaya, mulai dari

soal keluarga terlantar sampai gagal bercinta bahkan kerirpun bisa tak

bisa harus rela sirna , dari daftar kepahitan hidup, hancurnya hati

dan perasaan sayangnya orang ini masih hidup dan dengan hidupnya sudah

pasti semakin berat tanggunganya, ya kalau di pikir buat apa kita

hidup kalau cuma bikin susah diri sendiri apa ga lebih baik mati, toh

hidup juga ga bahagia aja , sayang hal ini di larang agama .



Kembali ke kisah orang susah tadi, hari hari semakin sulit, harta tak

ada keluarga tak punya pekerjaan juga sudah tak bisa, sementara jiwa

muda masih tertanam kuat di dalam fisik yang semakin renta, simpatisan

yang di bangun tak mampu berbuat banyak, ide pemikiran tak lebih hanya

lembaran kertas bertanda tangan yang di gantung di tembok atau di

selipkan tembok. Singkatnya orang ini gagal masalah keluarga, masalah

cinta dan masalah pekerjaan, tapi masih hidup.



Beda orang beda menyikapi masalah , semua terserah diri mereka masing

masing, tapi sebagai mahkluk sosial saya yakin di antara sekian banyak

manusia yang bingung memikirkan diri sendiri masih ada manusia yang

memiliki hati nurani, kasih sayang cinta dan rasa kebersamaan, mudah

di ajak diskusi, mudah di ajak kerja sama, bahkan ikut mencari solusi

keluar dari masalah. Siapakah dia ? Sahabat ...!



Sahabat mungkin keberadaanya lebih dekat dari saudara, bahkan orang

tua, sahabat lebih iklas dari anak kita lebih tulus dari istri kita,

mereka rela mencinta tanpa memiliki, mereka iku bersedih kala kita di

rundung masalah, mereka ikut tertawa ketika kita bahagia, bahkan

mereka ikut berfikir ketika kita terkena masalah , sahabat sejati

kekawatiranya terhadap kita lebih besar jadi jangan heran jika sahabat

lebih bawel dari ibu kita bahkan lebih cerewat dari istri kita dan

lebih menyebalkan dari anak kita, sahabat adalah saudara kita secara

rohaniyah jangan sekali menyakiti bahkan mengecewakan, dialah yang

akan mengenang kita ketika kita tiada lebih jauh bisa jadi sahabatlah

orang pertama yang akan menjadi saksi hidup kita, susah senang sahabat

lebih memahami dari pada manusia manapun .



Tanpa sahabat hidup ini sepi, tapi sayang banyak sekali orang tidak

mengerti tentang hal ini , dampaknya manusia pada hidup sendiri

sendiri puncaknya manusia susah menjalin kebersamaan, kerja sama dan

berkahir dengan perang dan persaingan cuma karena satu pemicu yaitu

ketika sahabat memiliki opini dan menasehati tapi malah kau tuduh IRI.
Artikel Tentang Masa Harus Bilang IRI Getu Reviewed by Majalah Bisnis on 22.07 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.