Top Ad unit 728 × 90

Artikel Tentang Menjaga Kesopanan Hak Dan Kewajiban

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan

beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai

selesai ya ?



Pendahuluan :

Kembali lagi dengan pengalaman pribadi saya dalam mengamati kehidupan

yang ada di sekitar saya, tanpa terkecuali mulai dari selimut butut ,

orang tua dan lain sebagainya, mudah mudahan apa yang saya tulis ini

benar bermanfaat bagi saya dan pembaca serta sahabat saudara dan orang

tua saya dan keluarga. Amin....



Latar Belakang :

Sudah lama saya menghadapa sesuatu yang kurang srek di hati terkait

dengan prilaku gegabah orang yang menurutku kurang begitu tahu sopan

santun atau kurang sadar diri , masalah sederhana saja , bagaimana aku

mau memberikan nasehat kepada orang yang tidak tahu dasarnya sopan

santun dan tatakrama , mengingat bahas soal adab untuk sampai sekarang

masih banyak yang menyatakan bahwa itu hanya fiktif atau sekedar

aturan yang muncul berdasarkan mitos , jadi sampai saat ini secara

pribadi , dalam menyikapi orang yang tidak sadar diri hanya satu yaitu

prinsip.



Arah Dan Tujuan :

Dengan catatan ini mudah mudahan kita semua di beri pengetahuan dan

tambahnya wawasan seputar ilmu kesopanan menjaga perasaan serta

melakukan sesuatu tanpa melupakan hak dan kewajiban.



Message:

Menjaga Kesopanan Hak Dan Kewajiban - berawal dari kejadian kecil yang

kurang menyenangkan di hati saya sedikit banyak mulai berkonsentrasi

untuk membongkar sebuah misteri bagaimana menyikapi orang yang memang

memiliki mental dasar ceroboh, sembrono dan kurang tanggung jawab

serta tidak mengerti aturan. Sederhana saja yaitu adanya sikap yang

menggambarkan pribadi kurang bisa tanggung jawab sebagai contoh adalah

ada seorang istri yang meminta uang belanja kepada seorang suami ,

ketika suami tidak punya uang lantas sang istri tinggal diam tanpa ada

tindakan.

Contoh di atas adalah kejadian kecil yang sering terjadi di rumah

tangga dan masih banyak lagi kejadian lainya yang jika di cermati

pasti ada kejanggalan dalam hubungan kerjasama membina rumah tangga.



Hak Kewajiban dan kesopanan - kisah istri yang tidak masak di atas

karena suami tidak memberikan uang belanja , bagi sebagian perempuan

mungkin itu di anggap benar, bagi sebagian lelaki mungki itu suatu

kesalahan . Di sini saya akan membuka sedikit tabir terkait hak

kewajiban dan kesopanan terkait contoh kecil di atas , adapun contoh

lainya mungkin beda tipis dalam menyelesaikanya .



Terlepas dari suami yang memang berwatak jahat atau memang istri yang

memang kurang paham kesitrianya atau latar belakang lainya, saya akan

menyampaikan hal normalnya saja. Jika dalam waktu senggang suami

melakukan sesuatu seimbang maka keputusan istri tidak masak karena

tidak di beri uang menurutku itu suatu kesalahan, kembali ke hak dan

kewajiban suami memang wajib menafkahi namun jangan lupa bahwa di bali

kewajiban sang suami juga ada hak untuk menuntut istri begitu pula

istri juga memiliki hak dan kewajiban kepada suami, jika kedua hal

tersebut di lakukan dengan kesopanan maka tak akan ada permasalah,

tapi jika hal tersebut di lakukan tanpa ada etika adab menuntut hak

dan kewajiban maka sulitlah kerja sama mebina rumah tangga itu di

ciptakan.



Mentang mentang di percaya masak terus sang istri nuntut perlengkapan

masak ini itu hal ini jelas termasuk menuntut hak yang kurang bagus,

mengingat walau bagaimanapun namanya memasak itu jadi kewajiban istri

sedang belanja adalah kewajiban suami, adakalanya istri sakit hingga

tidak bisa melakukan kewajibanya maka suami membantu menggugurkan

kewajiban istri plus belanja, begitu pula istri adakalanya suami tak

punya uang dan sudah berusaha namun tidak berhasil, maka istri

memabntu suami mencari belanja plus memasakan . Jika demikian adanya

maka masalah hak dan kewajiban bisa di lakukan seimbang, beda sekali

jika suami istri masing masing menuntut haknya dan melupakan

kewajibanya maka tidak menutup kemungkinan hari hari hanya akan

bentrokan dan berakhir dengan perceraian.



Sekali lagi bahasan di atas adalah gambaran kecil terkait hak dan

kewajiban suami istri, belum lagi bahas hak kewajiban orang tua anak,

pemimpin rakyat dll.



Kesopanan ibarat nyawa sebuah hubungan berjalan, secara singkat jika

menuntut hak dengan sopan dan melakukan kewajiban dengan tanggung

jawab maka hal itu baik, sebaliknya walau itu memang haknya dan sudah

menggugurkan apa yang jadi kewajibanya namu di lakukan dengan sok

berhak, sok sukses dan sok sok lainya mak akibatnya juga kurang baik,

cemburu sosial akan muncul gengsi membanjiri dampaknya terjadi

kesenggangan yang kurang bisa di jelaskan. Dan muncul konflik yang

tidak jelas ujung pangkalnya.
Artikel Tentang Menjaga Kesopanan Hak Dan Kewajiban Reviewed by Majalah Bisnis on 04.50 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.