Top Ad unit 728 × 90

Artikel Tentang Nasehat Hakekat Kekayaan Dari Emak

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan
beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai
selesai ya ?

Pendahuluan :
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua hati yang kaya, hati yang
selalu bergantung dan bersandar kepada Dzat yang Mahakaya. Khusus
untuk emaku mudah mudahan di beri kesabaran dan keihklasan serta
kebaikan dan selalu dalam perlindungan Allah Swt amin....

Latar Belakang :
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, "Kekayaan bukanlah banyak harta
benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati." (Hadis riwayat
Bukhari Muslim)

Arah Dan Tujuan :
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua hati yang kaya, hati yang
selalu bergantung dan bersandar kepada Dzat yang Mahakaya. Wallahu
a'lam

Foto Terkait Artikel :
* File is attached: Mamak.jpg

Message:
Umpan Umpan ﻢﻠﻌﻟﺍ ﻞﻴﺒﺳ Meretas Jalan Ilmu, Meniti
Jejak Ulama Menu+ Hakikat Kekayaan Hanya dengan cara pandang agama,
manusia akan
percaya bahwa sesungguhnya kekayaan tidak selalu
berwujud harta benda. Kekayaan yang sebenarnya
tidak selalu diukur dengan besarnya angka-angka
materi. Keluasan hati saat seorang hamba mampu
menekan hawa nafsunya, bersikap menerima dan mensyukuri apa yang ada
justru Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam nyatakan sebagai kekayaan yang
sebenarnya. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, "Kekayaan
bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan
adalah kekayaan hati." (Hadis riwayat Bukhari Muslim) Ibnu Baththal
berkata, "Hadis ini bermakna bahwa
kekayaan yang hakiki bukan pada harta yang
banyak. Karena, banyak orang yang Allah luaskan
harta padanya namun ia tidak merasa cukup dengan
pemberian itu, ia terus bekerja untuk menambah
hartanya hingga ia tidak peduli lagi dari mana harta itu didapatkan,
maka, sesungguhnya ia orang miskin,
disebabkan karena ambisinya yang sangat besar." Oleh karena itu
kekayaan sesungguhnya adalah
kekayaan jiwa. Orang yang merasa cukup dengan
pemberian Allah, tidak terlalu berambisi untuk
menambah hartanya dan terus-menerus mencarinya,
maka berarti ia orang yang kaya" Al-Qurthubi berkata, "Hadis ini
bermakna bahwa
harta yang bermanfaat, agung dan terpuji adalah
kekayaan jiwa." Dengan demikian, tidak selalu harta benda yang
banyak itu mendatangkan kebahagian, kebaikan dan
kesenangan bagi pemiliknya. Kekayaan yang
sebenarnya adalah sesuatu yang manusia rasakan
dalam hatinya. Hatilah yang menentukan seorang
manusia menjadi senang atau sengsara, kaya atau miskin dan bahagia
atau sedih. Pangkalnya ada dalam
hati. Hati yang takut kepada azab Allah, beriman, penuh
rasa syukur dan cinta kepada Pemilik dan Pemberi
rizki sebenarnyalah yang akan memperoleh kebaikan
dan kebahagiaan dari harta yang dimilikinya, sebesar
apapun harta tersebut. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,
"Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, maka
Allah akan menghancurkan kekuatannya, menjadikan
kemiskinan di depan matanya dan dunia tidak akan
datang kepadanya kecuali apa yang telah Allah
takdirkan. Dan barangsiapa akhirat adalah tujuannya, maka Allah akan
menguatkan urusannya, menjadikan
kekayaannya pada hatinya dan dunia datang
kepadanya dalam keadaan tunduk." (HR Ibnu Majah) Semoga Allah
mengaruniakan kepada kita semua hati
yang kaya, hati yang selalu bergantung dan
bersandar kepada Dzat yang Mahakaya. Wallahu a'lam
Artikel Tentang Nasehat Hakekat Kekayaan Dari Emak Reviewed by Majalah Bisnis on 23.26 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.