Top Ad unit 728 × 90

Artikel Tentang Satu rasa Satu Tujuan Satu Bangunan Suami Istri Anak Dan Orang Tua

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan

beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai

selesai ya ?



Pendahuluan :

Hidup rumah tangga adalah cita cita kebanyakan manusia yang memiliki

dasar cara hidup normal , dengan berumah tangga di harapkan bisa

meringankan masalah kehidupan dan menambah keturunan dan masih banyak

lagi. Banyak orang membangun rumah tangga bahkan tidak sedikit orang

yang sukses membangun rumah tangga sampai memiliki cicit , tapi

menurut saya banyak sekali orang yang kurang memahami dan mengerti

bahkan menyadarai apa tujuan berumah tangga secara mendasar serta

bagaimana mengelola dan menjaga rumah tangga tersebut menjadi sesuatu

yang bermanfaat bagi sesama.



Latar Belakang :

Egoisme pasangan suami istri dalam menentukan kepetingan yang perlu di

perhatikan. Suami istri memang dari dasarny memiliki watak dan

karakter berbeda yaitu lelaki dan perempuan , sampai kapanpun keduanya

tidak akan pernah sama tapi juga sampai kapanpun keduanya saling

membutuhkan, jika memang saling membutuhkan lantas mengapa banyak

permasalahan yang muncul hanya untuk menyatukan tujuan dalam satu

bangunan yaitu rumah tangga yang selanjutnya di sebut sebagai

keluarga.



Arah Dan Tujuan :

Memberi masukan dan arahan sebagai wacana dan wawasan bagi suami istri

dalam menentukan keputusan agenda rumah tangga, mencapai sepakat serta

di dukung komitmen yang kuat dan di dasari tanggung jawab, menghapus

mito bahwa tanggung jawab keluarga terletak di pundak lelaki dan istri

tinggal santai santai duduk manis tidak melakukan apapun kecuali minta

jatah nafkah batin dan lahir.



Message:

Satu rasa Satu Tujuan Satu Bangunan Suami Istri Anak Dan Orang Tua -

ada satu kisah di mana sepasang suami istri hidup dari kalangan orang

miskin , suatu ketika sepasang suami istri yang di karuniai satu anak

tadi memutuskan untuk hidup mandiri di sebuah rumah kontrakan.



Terlepas terpaksa atau di paksa , keputusan tinggal di kontrakan

tidak di bahas lebih lanjut , di sini akan di bahas terkait dengan

permasalahan rumah tangga ketika mulai mengambil sikap mandiri,

terlebih di rumah kontrakan.

1. Biaya anggaran kontrakan

2. Pergantian lingkungan sosial.

3. Tuntutan ekonomi di lingkungan baru.

4. Tuntutan orang tua dan saudara

5. Kebutuhan pokok setiap hari



Dan masih banyak lagi masalah lainya, namun 5 masalah dasar di atas

adalah masalah mendasar yang perlu di perhatikan , mengingat hidup di

kontrakan jelas memerlukan anggaran biaya yang lebih besar bila di

banding ketika hidup bersama orang tua.



Dari uraian di atas bisa di tarik kesimpulan bahwa ketika sepasang

suami istri sudah menyatakan hidup mandiri maka keduanya harus siap

dengan segala beban yang di hadapi dan hal ini sangat jarang sekali

pasangan suami istri yang bisa mengerti, dalam beberapa kasus tipe

keluarga mandiri seperti di atas rata rata sang istri yang kurang bisa

bertahan dengan keadaan tersebut dan suami tidak mampu memberi

toleransi yang cukup.



Masalah yang muncul saat mandiri adalah munculnya tuntuntan keluarga

dari orang tua yang kurang sadar bahwa anaknya sedang mandiri sedang

berjuang membangun sebuah keluarga, istri biasanya tidak mampu menahan

hal ini dampakanya suami jadi sasaran untuk melampyaskan uneg uneg dan

pikiran yang muncul dari orang luara berwujud orang tua dan saudara.



Di atas adalah salah satu contoh masalah yang muncul di saat mulai

membangun keluarga mandiri, di mana masalah tersebut sebenrnya bukan

termasuk pilar pokok keluarga yang kuat dan hebat, tapi masalah yang

muncul akibat kekurangan rasa tanggung jawab terhadap masa depan

keluarga dalam masalah biasanya istri dalam posisi lemah.



Bagi sebagian lelaki mungkin akan meluluskan apa yang di inginkan

istri ,tanpa memikirkan keadaan , tapi bagi sebagian suami mungkin hal

tersebut sebagai bahan pertimbangan apakah istrinya masih berhak dan

pantas untuk di ajak memperjuangkan rumah tangga, ada sebagian suami

yang lebih extrim lagi jika ada istri lupa diri maka diam diam di

tinggalkan dan biarkan segala sesuatunya berjalan tanpa kejelasan dan

masih banyak lagi cara suami mengatasi masalah istri yang kurang punya

rasa tanggung jwab.



Bersambung
Artikel Tentang Satu rasa Satu Tujuan Satu Bangunan Suami Istri Anak Dan Orang Tua Reviewed by Majalah Bisnis on 21.44 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.