Top Ad unit 728 × 90

Kisah Tentang KELUARGA SAPI Dan TAUBAT YUPI

To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan

beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai

selesai ya ? jangan lupa luangkan waktu sejenak untuk kirim komentar

sebagai dukungan suapaya saya bisa menulis lebih baik



Pendahuluan :

Cerdik dan gokil tentu sangat menyenangkan bahkan cenderung disukai

banyak orang karena lucu. Tapi bagaimana dengan usil, selama tak

merugikan orang tak apalah, tapi jika merugikan orang lain, tentu

sangat menjengkelkan. Berikut adalah kisah seorang pemuda usil

sepanjang waktu.



Tujuan Penulisan :

Kisah ini ditulis untuk hiburan, dan sebagai ibaroh untuk diambil

pelajaran agar kita lebih berhati-hati dalam menentukan tindakan

supaya tidak merugikan diri sendiri dikemudian hari. Dan yang

terpenting supaya tidak malu-maluin tentunya.



Nama Dan Alamat Penulis :

Rachmah



Ngawi



Message:

Ada-ada saja tingkah Yupi, seorang pelajar asal Sorong Sulawesi

Selatan. Tiap hari selalu berulah. Ditengah kesibukannya sebagai

seorang murid di Sekolah Menegah Atas, ia juga aktif ngamen di

per-empatan lampu merah jalan raya tidak jauh dari kampung tani tempat

ia tinggal. Yupi Kartejo nama panjangnya. Si bungsu dari dari tiga

bersaudara.



Suatu hari, saat Yupi asik ngamen tiba-tiba ia melihat kerumunan orang

dari kejauhan. Merasa tak ingin ketinggalan informasi, dengan sigap ia

berlari menuju kerumunan tersebut. Menurut informasi yang ia dengar,

ada kecelakaan alias tabrak lari fatal bahkan sampai meninggal. Yupi

semakin penasaran dan berpikir keras bagaimana caranya agar ia bisa

melihat korban dari dekat. Kerumunan yang berjubel membuat ia

kesulitan untuk tahu lebih dekat.



Dasar Yupi si anak usil, akhirnya dia temukan cara. Dengan berteriak

kencang dan diulang-ulang "permisi-permisi saya keluarganya, tolong

minggir saya keluarganya" sambil membelah kerumunan dan berjalan maju.

Tentu saja orang-orang segera minggir dan memberinya jalan.



Tak disangka tak diduga, sesampainya di depan korban Yupi terkejut,

kaget bukan kepalang. Semua orang memandang aneh pada diri Yupi.

Ternyata korban meninggal dari tabrak lari tersebut adalah se-ekor

sapi gila yang tersesat dijalan raya. Yupi-pun segera berbalik arah

dan menundukkan muka. Ia tertipu oleh ulahnya sendiri.



Hari berlalu bergitu saja. Suatu ketika Yupi mengikuti pengajian rutin

di gereja tak jauh dari rumahnya bersama banyak temannya yang juga

pelajar yang datang dari berbagai pelosok tanah air. Ada yang dari

Sumatera, Irian, Jawa, dan masih banyak lagi.



Yupi dan teman-teman selalu rutin ikuti jadual di gereja. Sampai

akhirnya tiba waktu liburan sekolah. Gereja-pun turut meliburkan

kegiatannya mengingat para pelajar tersebut akan pulang ke rumah

masing-masing untuk sementara waktu. Seperti biasa, Pastur berpesan

supaya para murid menjaga diri dan menghindari berbuat dosa. Untuk

antisipasi hal tersebut, pastur menyuruh setiap murid untuk mencatat

perbuatan dosa apa yang mereka lakukan saat di rumah nanti agar mudah

mentaubatinya.



Singkat cerita, hari libur telah usai, para murid kembali beraktivitas

berlajar dan datang ke gereja tiap minggunya. Saat pertemuan minggu

pertama di gereja, murid-murid diminta melakukan pengakuan dosa.

Secara bergilir mereka ditanya dosa apa yang telah diperbuat saat

liburan dirumah. Murid pertama menjawab, saya telah mencuri uang mama.

Pastur menyuruhnya untuk insaf kemudian membayar uang tebusan dosa dan

minum air suci. Mengetahui hal tersebut Yupi malah tersenyum kecut.

Murid kedua menjawab, saya telah mengintip tetangga mandi. Pastur

memerintahkan hal serupa, membayar tebusan dan minum air suci. Kali

ini Yupi tertawa tanpa suara. Murid ketiga menjawab, saya telah

membunuh ayam tetangga. Pastur juga perintahkan hal yang sama pula,

membayar tebusan dan minum air suci. Yupi malah terpingkal. Murid

ke-empat, kelima, dan seterusnya, hingga sampailah pada giliran Yupi

yang berbaris paling akhir. Pastur bertanya, mengapa dari tadi kau

senyum-senyum sendiri, dosa apa yang telah kau perbuat wahai Yupi?.

Yupi menjawab, saya telah mengencingi air suci. Kontan semua temannya

terbelalak kaget kerena mereka semua telah minum air suci alias

kencing Yupi. Pastur-pun sedikit kaget dan tetap menyuruh Yupi untuk

membayar tebusan dosa dan meminum sisa air suci alias kencing Yupi

sendiri, semuanya sampai habis. Perintah tersebut disambut gelak tawa

dan suara riuh mencibir dari teman-teman Yupi. Mau tak mau Yupi harus

laksanakan perintah tersebut dan lagi-lagi Yupi terkena senjata makan

tuan akibat ulahnya sendiri.
Kisah Tentang KELUARGA SAPI Dan TAUBAT YUPI Reviewed by Majalah Bisnis on 15.48 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.