Top Ad unit 728 × 90

Kisah Tentang PARADIGMA BERPIKIR TERKAIT KEHIDUPAN CIPTAAN INSINYUR PARIPURNA



To: Pembaca abajadun di manapun berada Dengan ini saya menyampaikan
beberapa tulisan terbaik untuk di baca Saya berharap di baca sampai
selesai ya ? jangan lupa luangkan waktu sejenak untuk kirim komentar
sebagai dukungan suapaya saya bisa menulis lebih baik

Pendahuluan :
Saya mengawali tulisan ini dengan ucap segala puji bagi Tuhan semesta
alam. Semesta alam tidak hanya bumi yang kita injak, langit yang kita
pandang, melainkan seluruh galaksi, bukan hanya bima sakti, dan juga
seluruh tatasurya yang dapat kita ketahui alias kita lihat sampai yang
tak dapat dijangkau oleh manusia peradaban manapun, teknologi apapun,
hingga kapanpun, sampai zaman mendekati kiamat-pun dengan kemajuan
keilmuannya sekalipun.

Latar Belakang :
Kebanyakan orang menganggap dengan sengaja atau bahkan lupa, bahwa
dunia ini hanya sebatas bumi yang mereka huni. Seakan kehidupan hanya
ada di bumi mereka itu. Padahal bumi hanyalah satu bola kecil diantara
bola-bola planet yang ada di galaksi bimasakti yang masuk dalam salah
satu dari jutaan tatasurya dialam semesta (Dunia). Itu masih lingkup
dunia, belum lagi lingkup akhirat. Jangan pernah membayangkan betapa
hebohnya akhirat, karena otak anda tak akan mampu.

Tujuan Penulisan :
Saya berharap tulisan ini dapat memberikan wacana dan wawasan serta
paradigma baru bagi pembaca dalam memahami lingkup kehidupan ciptaan
Tuhan Allah SWT. Kehidupan Ciptaan Allah adalah luas, banyak dan
beragam. Kita, manusia, selaku makhluk paling sempurna yang dicipta
disertai otak dan nafsunya, sudah seharusnya mengerti, faham,
tafakkur, dan tadzakkur akan hal luar biasa tersebut. Luaskan wawasan
jangan persempit diri.

RUANG LINGKUP MATERI ;
Saya tidak sedang menulis makalah sebagai tugas kuliah, juga tidak
menulis berita sebagai wartawan. Saya hanya sekedar menulis artikel
karena iseng daripada kepala puyeng tak ada kerjaan. Meskipun begitu
saya tidak akan asal tulis, ada beberapa hal yang mendasari pemikiran
saya dalam artikel ini, yaitu Alam Semesta ciptaan Insinyur Paripurna.
Saya membatasi tulisan ini hanya pada pandangan kebanyakan orang
terkait kehidupan Alam semesta.

Nama Dan Alamat Penulis :
Rahmatul Hidayah
Ngawi JATIM

Foto
* File is attached: Sarjana.jpg

Message:
Kebanyakan orang lebih nyaman berfikir sempit dan kecil, bagai katak
dalam tempurung, sehingga banyak muncul para pemikir yang kolot,
primitif dan sensitif yang negatif. Cobalah sekali-kali buka tempurung
pikir itu dan menengok keluar agar wawasan tak lagi sempit. Alam
semesta meliputi seluruh galaksi, tatasurya, langit-langit,
planet-planet, satelit-satelit dan masih banyak lagi.

Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam tatasurya setelah
planet ke-9 yaitu pluto dikeluarkan dari daftar planet tatasurya.
Meskipun begitu Pluto tetap ada di sana, di tatasurya kita, dia tidak
hilang dan tidak hancur walau sudah tidak termasuk planet lagi
sebagaimana anggapan manusia bumi.

Sebagaimana yang kita ketahui berdasarkan penelitian para ahli
astronomi bahwa bumi adalah pusat kehidupan di tatasurya kita. Meski
begitu secerdas apapun para ahli astronomi, mereka hanyalah manusia
biasa yang otaknya, penglihatannya, pendengarannya adalah terbatas dan
dibatasi oleh kekuasaan sang Pencipta. Bisa jadi ada kehidupan lain
yang luput atau tak diketahui dalam penelitian dan pengamatan para
ahli tersebut.

Planet adalah benda langit yang mengorbit mengelilingi bintang atau
sisa-sisa bintang (matahari termasuk bintang karena menghasilkan
cahaya sendiri). (wikipedia.org)
Yang kita ketahui jumlah planet ada delapan, bumi termasuk diantaranya
selaku planet tempat kehidupan manusia. Bahkan dikabarkan juga
terdapat kehidupan di planet mars, yaitu planet tetangganya bumi. Dan
bahkan menurut hasil penelitian terbaru oleh astronom Amerika, Mars
dijadikan satu-satunya planet pengganti bumi jika diperlukan, karena
dimungkinkan disana dapat ditempati kehidupan. Karenanya tidak menutup
kemungkinan, digalaksi lain juga ada planet-planet seperti bumi dan
mars yang juga ditempati kehidupan.

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang
terdiri atas bintang dengan segala bentuk manifestasinya
(wikipedia.org).
Galaksi tidak hanya Bimasakti yang kita tempati saat ini. Ada beberapa
Galaksi lagi jauh diangkasa sana yang juga terdiri dari planet-planet
seperti Bumi, Mars, Yupiter dan seterusnya. Bisa jadi disana juga
terdapat kehidupan layaknya bumi yang kita huni, juga ada setan yang
suka mengganggu manusianya, juga ada jin, bahkan malaikat pencatat
amal seperti yang kita ketahui, tidak menutup kemungkinan bukan?!.

Tatasurya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah
bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat dengannya.
Dengan banyaknya galaksi yang ada secara otomatis tatasurya-pun juga
banyak. Tentu Allah menciptakan banyak tatasurya itu tidak semata
sebagai hiasan dunia. Allah adalah Rabbul'alamin (Tuhan seluruh alam),
yaitu Tuhan seluruh kehidupan, tidak hanya kehidupan bumi. Begitu juga
dengan Rasulullah, bahwa beliau adalah rahmatan lil'alamin (rahmat
bagi seluruh alam). "Seluruh alam" mengidentifikasikan bahwa alam
tidak hanya satu melainkan banyak, yang tentunya kehidupan juga tidak
hanya satu melainkan banyak. Dan Rasul diutus bagi seluruh kehidupan
tersebut, sekali lagi tidak hanya untuk kehidupan bumi saja.

Kesimpulannya dalam dunia ini ada banyak tatasurya, ditatasurya ada
banyak galaksi, di galaksi-galaksi tersebut ada banyak bumi, alhasil
ada banyak kehidupan. Oleh karena itu buang jauh-jauh cara berpikir
katak dalam tempurung. Jagad raya ini luas, meski otak kita tak mampu
merinci isinya, setidaknya kita tahu bahwa dunia itu meliputi jagat
raya yang luas itu, tidak hanya bumi anda saja.
Kisah Tentang PARADIGMA BERPIKIR TERKAIT KEHIDUPAN CIPTAAN INSINYUR PARIPURNA Reviewed by Majalah Bisnis on 06.44 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.