Top Ad unit 728 × 90

Renungan Menjelang 40 Hari Wafatnya Mbah Maksum

Renungan Menjelang 40 Hari Wafatnya Mbah Maksum - Tidak terasa 40 hari sudah mbah maksum meninggalkan dunia , alhamdulillah sampai saat ini keadaan keluarga baik baik saja sehat wal afiat tanpa ada halangan apapun , Mak Tum sebagai istri satu satunya sampai sekarang juga baik baik saja , walau badanya tanpak kurus semenjak di tinggalkan suami tercinta namun keadaan mbah tum alhamdulillah sehat wal afiat dan tetap semangat berjuang untuk meneruskan hidup bersama tida anaknya.  Kondisi keluarga masih stabil , mbah tum sudah mulai melakukan kegiatan jualan rujak , sedang anak anaknya juga sudah mulai bekerja mengais rizqi sejak 7 hari sepeninggal mbah maksum.

 Banyak kisah hikmah yang di tinggalkan mbah maksum, walau mbah maksum bukan termasuk tokoh intlektual pun juga bukan tokoh supranatural namun sedikit banyak mbah maksum telah meninggalkan pesan moral pada orang orang terdekatnya khususnya saudara saudara serta tetangga dan masyarakat dari desa lainya. mudah mudahan ini jadi amal baik mbah maksum pada masa hidupnya.

 Mbah maksum terlahir bukan dari golongan orang berada pun juga bukan dari keluarga yang memiliki ekonomi serta pendidikan yang cukup, bahkan ada sedikit kisah yang saya dapat dari keponakanya bernama sofyan tsaury bahwa, pada masa kecil mbah maksum , hidupnya selalu kekurangan , sampai sampai untuk memiliki rumah dan tanah untuk orang tua dan keluarga saja mbah maksum harus menjdi buruh pangon kebo, penggembala kerbau , perjuangan yang tidak mudah .

 Ketekunan Di Bawah Garis Kemiskinan
Mungkin inilah salah satu kelebihan yang patut jadi teladan dari mbah maksum yaitu ketekunan mbah maksum di tengah beban kemiskinan, Di antara 7 saudara yang ada mbah maksum bisa di bilang satu satunya anak yang punya tekat untuk melakukan perubahan, di antaranya mbah maksum lebih memilih pendidikan bila di banding pekerjaan , terbukti masa kecil mbah maksum lebih memilih masuk pesantren di banding mengelola sawah atau bekerja seperti kebanyakan anak seusia mbah maksum waktu itu, sebagai seorang yang terlahir dari keluarga miskin serba kekurangan , menjalani pendidikan pesnatren tidaklah ringan , di samping menanggung beban ekonomi juga menanggung beban cemburu sosial dari orang orang yang merasa lebih mampu karena merasa lebih kaya berharta dan bertahta, dengan beban sedemikian besarnya alhamdulillah mbah maksum tetap tegar dan bersabar , bahkan sampai sepeningganya mbah maksum tidak bergeming dari kecintaanya pada ilmu. Terlepas orang itu paham atau tidak ketika di ajak diskusi secara pribadi saya mengamati bahwa setiap saat mbah maksum itu kedatangan tamu dan ngobrol dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja hampir selalu ada pesan moral yang di bahas , itulah Mbah Maksum , di dengar atau tidak mbah tetap sampaikan kebaikan, paham atau tidak mbah tetap kasih nasehat.

40 hari telah berlalu, mbah maksum kini telah tiada , seperti kisah singkat mbah maksum di atas , mbah maksum bukanlah orang kaya yang sudah pasti saat meninggalnya mbah maksum tidak meninggalkan harta, mbah maksum juga bukan orang berpendidikan tinggi selevel guru dan pastinya mbah maksum ketika meninggal juga tidak meninggalkan ilmu , mbah maksum bukanlah pahlawan nasional, bukan tokoh intlektual juga bukan tokoh masyarakat yang hebat dalam menyampaikan pesan pesan moral , mbah maksum hanya manusia biasa yang sabar menjalani hidup di bawah tekanan ekonomi dan sosial dan budaya demi memegang satu keyakinan bahwa Allah itu ada, surga neraka juga ada, agama islam itu hak, tidak ada yang lebih berharga di dunia ini kecuali satu yaitu Ilmu, lebih baik miskin beriman dari pada harus jadi pembantu orang kaya yang sombong, lebih aku bodoh yang mau belajar dari pada menjadi ulama yang meperdagangkan ilmu, dan masih banyak lagi prinsip prinsip budi luhur mbah maksum yang di pegang sampai wafat.

Kisah Tiga Hari Sebelum Wafat .
Tidak seperti biasanya , mbah maksum naik sepeda onthel menjenguk anak pertama bernama Aziz , dengan alasan kangen cucu dan mau kirim buah mangga , ini pertama dan yang terakhir kali mbah maksum datang ke rumah anaknya bernama aziz dengan kemauan sendiri dan di belain naik sepeda onthel, pada saat itu seperti kebiasaan aziz dan mbah maksum ketika ngobrol selalu menggunakan topik ilmu ilmu tentang budi luhur, mulai dari menyikapi keadaan, menggapai keinginan sampai soal iman dan lain sebagainya. Puncaknya ada satu diskusi yang di lain dari biasanya , yaitu diskusi tentang Hidup Sejati Dan Sejatinya Hidup.  Pembahasanpun juga tidak panjang lebar dan sepertinya pembahasan kali ini antara mbah maksum dan aziz memang memiliki satu kesepakatan bahwa  
hidup ini memang sudah ada yang ngatur maka apapun yang kita alami pasti juga sudah di atur untuk itu tidak ada baiknya jika kita ini menyusahkan diri hanya untuk memikirkan hal hal kurang bermanfaat, terlebih memikirkan soal harta benda dunia toh suatu saat itu semua juga kita tinggalkan, kekayaan, kemewahan dan kesaktian bisa hancur dengan satu kepastian yaitu kematian , setelah itu kita akan di suruh bertanggung jawab atas itu semua, jika kita mau berfikir seharusnya mikir apakah kekayaan kita, kemewahan kita, kejayaan kita itu sudah benar benar di gunakan dengan baik di jalan Allah .
 Kondisi tenang tanpa ada perdebatan seperti biasanya, setelah selesai akhirnya mbah maksum mainan dengan cucunya selanjutnya mbah maksum pamitan ingin pulang, dengan kata kata aku mau pergi jauh , setelah itu mbah maksum pulang sela 3 hari kemudian mbah maksum meninggal dunia . mudah mudahan mbah maksum di terima amalnya oleh Allah Swt Amin...

Demikian renungan menjelang 40 hari wafatnya mbah maksum, lain kali jika ada kesempatan akan saya tulis lagi tentang apa saja yang telah di berikan mbah maksum kepada dunia semasa hidupnya. sebagai penutup tulisan ini saya berharap doa para pembaca untuk turut mendoakan keluarga yang di tinggalkan khususnya Mbah Tuminem penjual rujak yang bertempat tinggal di desa beran ngawi jawa timur , mudah mudahan mbah tuminem selalu di beri kesehatan oleh Allah Swt, selalu di beri kebahagiaan dan selalu dalam perlindungan Allah , AMIN.....
Renungan Menjelang 40 Hari Wafatnya Mbah Maksum Reviewed by Majalah Bisnis on 06.36 Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Abajadun © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.